Bersejarah! Untuk Pertama Kalinya, MI Tarbiyatul Huda Mergosono Malang Gelar Temu Alumni: "Murid Tetaplah Murid, Guru Selamanya Guru"
MALANG, Infomedia MI Tarbiyatul Huda – Ada momen yang langka terjadi di dunia pendidikan dasar. Ketika para siswa yang puluhan tahun silam duduk di bangku sekolah, kini kembali melangkah ke halaman madrasah tempat mereka pertama kali belajar membaca dan menulis. Momen inilah yang terwujud pada Minggu, 19 Juli 2026, saat MI Tarbiyatul Huda Mergosono Malang untuk pertama kalinya dalam sejarahnya menggelar acara Temu Alumni.
Digagas oleh angkatan lulusan 1998, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan antara madrasah dan alumninya tidak pernah pudar, meski dipisahkan oleh waktu dan jarak.
Nostalgia yang Mengharukan
Inisiator acara, Arfan—yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Ansor NU Kecamatan Kedungkandang Malang—bersama rekan-rekan seangkatannya berhasil mengumpulkan sekitar 15 alumni beserta keluarga. Dengan penuh khidmat, mereka kembali ke "punden" pendidikan mereka, tempat otak dan hati pertama kali diasah.
"Hadirnya kami di sini bukan sekadar reuni biasa. Ini adalah wujud khidmat dan rasa syukur kepada para guru dan madrasah yang turut membesarkan kami. Bagi alumni, murid tetaplah murid dan guru selamanya guru. Tidak ada istilah mantan guru. Guru akan selalu ditiru dan diteladani," ujar Arfan dengan penuh haru.
Disambut hangat oleh para guru, suasana penuh keakraban langsung terasa sejak para alumni menginjakkan kaki di gerbang madrasah. Tawa dan air mata bercampur menjadi satu ketika mereka bertemu kembali dengan guru-guru tercinta yang kini telah bertambah usia, namun tetap hangat dalam pelukan.
Tahlil dan Doa untuk Para Pendahulu
Acara yang dikemas dengan nuansa santai namun penuh makna ini diawali dengan pembacaan tahlil. Lantunan doa-doa suci dinaikkan ke hadirat Allah SWT untuk para guru dan pendiri MI Tarbiyatul Huda Mergosono Malang yang telah berpulang. Suasana hening dan syahdu menyelimuti ruangan, menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan yang ditanamkan oleh para pendahulu akan terus mengalir pahalanya.
Guru-Guru Legendaris Kembali Bertemu Murid
Momen yang paling ditunggu adalah ketika para guru senior hadir dan duduk bersama para mantan muridnya. Tampak hadir antara lain Bapak Drs. Soleh (Sidosadar), Bapak Khairul Anam (Tajinan), Kepala Madrasah yang baru Hj. Siti Khotijah, S.Pd.I, Kepala Madrasah purna tugas Hj. Suharnanik, S.Pd, serta para guru lainnya. Hadir pula Ketua Yayasan Tarbiyatul Huda Mergosono Malang, Prof. Dr. H. R. Taufiqurrochman, MA.
Setiap jabat tangan, setiap pelukan, dan setiap cerita yang dibagikan menjadi saksi bisu bahwa pendidikan sejati bukan sekadar transfer ilmu, melainkan penanaman nilai yang membekas seumur hidup.
Kamad Baru: Alumni adalah Kekuatan Madrasah
Dalam sambutannya, Kepala MI Tarbiyatul Huda Mergosono, Hj. Siti Khotijah, S.Pd.I menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para alumni yang masih peduli dan tidak melupakan almamater tercinta.
"Momen seperti ini menjadi energi tambahan bagi kami untuk lebih berani melangkah maju. Alumni adalah salah satu kekuatan terbesar sebuah lembaga pendidikan," ujar Bu Hajjah. Beliau berharap, temu alumni ini menjadi titik awal yang kelak terwadahi dalam satu ikatan atau organisasi alumni, sehingga seluruh alumni MI Tarbiyatul Huda dari berbagai angkatan dapat terakomodir dan bersinergi bersama. "Bersama kita bisa," tambahnya penuh optimisme.
Prof Taufiq: Ini Bukti Shilah Ilmiah dan Shilah Ruhiyah
Sementara itu, Ketua Yayasan Tarbiyatul Huda Mergosono Malang, Prof. Dr. H. R. Taufiqurrochman, MA. mengungkapkan kebahagiaannya menyaksikan reuni bersejarah ini.
"Hadirnya alumni menunjukkan bahwa para pendiri dan guru-guru terdahulu tidak hanya menanamkan ilmu pengetahuan dan etika moral, tetapi juga aspek spiritual yang mendalam," ujar Prof. Taufiq.
Beliau menjelaskan bahwa di MI Tarbiyatul Huda Mergosono Malang, tidak hanya terjalin shilah ilmiah (ikatan intelektual), tetapi juga shilah ruhiyah (ikatan spiritual). "Inilah sesungguhnya kekuatan dari Ukhuwah Islamiyyah. Di dalamnya terjalin hubungan yang kuat antara orang tua dan anak, guru dan siswa, lembaga dan alumni, serta lembaga dengan masyarakat. Ini adalah modal sosial yang tak ternilai," tegasnya.
Warisan Nilai yang Tak Lekang oleh Waktu
Arfan menutup pesannya dengan refleksi mendalam tentang apa yang telah diajarkan oleh para guru semasa sekolah dulu.
"Guru-guru MI Tarbiyatul Huda Mergosono Malang adalah inspirasi bagi kami tentang pentingnya dedikasi, beratnya perjuangan, dan kuatnya kesabaran. Kini, nilai-nilai mulia itu telah kami rasakan dan akan kami wariskan kepada anak-anak dan keluarga kami," pungkas Arfan.
Temu Alumni 98 ini bukan sekadar reuni. Ia adalah pernyataan bahwa pendidikan yang ditanamkan dengan cinta, ketulusan, dan spiritualitas akan terus hidup melintasi generasi. Dan bagi MI Tarbiyatul Huda Mergosono Malang, ini adalah awal dari babak baru: membangun jejaring alumni yang kuat, bersatu dalam semangat HUDA Education—Hidayah, Unggul, Dinamis, dan Adaptif. [TAFT]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar