Lepas 7 Wisudawan Berprestasi, MI Tarbiyatul Huda Mergosono Malang Gelar Pisah Kenang Penuh Haru dan Inspirasi
Pisah Kenang MI Tarbiyatul Huda Mergosono Malang
MALANG, Infomedia MI Tarbiyatul Huda – Suasana haru sekaligus penuh kebanggaan menyelimuti MI Tarbiyatul Huda Mergosono Malang pada Kamis, 18 Juni 2026. Madrasah menggelar acara Pisah Kenang dan Wisuda Tahun Akademik 2025-2026, sekaligus menjadi momentum pelepasan resmi bagi 7 siswa kelas VI yang telah berhasil menamatkan pendidikan dasarnya setelah enam tahun menimba ilmu.
Ketujuh wisudawan yang dilepas dengan penuh doa dan harapan itu adalah: Arifki Putra Pratama, Zaskiyah Syabrina, Irsi Rivaldo Putra, Muhammad Hafidz Ramadhan, Nafiza Alfiya Rahma, Novianti, dan Tekad Satrya Yulianto. Mereka melangkah keluar dari gerbang madrasah dengan bekal ilmu, akhlak, dan kenangan indah yang akan senantiasa melekat sepanjang hayat.
Bekal Ilmu dan Spiritual yang Mumpuni
Selama enam tahun menempuh pendidikan di MI Tarbiyatul Huda Mergosono Malang, ketujuh siswa ini tidak hanya dibekali dengan kemampuan akademik yang kuat, tetapi juga fondasi spiritual yang kokoh. Mereka telah menguasai baca-tulis Al-Qur'an menggunakan Metode BilQolam ala PIQ Singosari, sebuah metode praktis yang mengajarkan bacaan Al-Qur'an bertajwid, fasih, dan tartil dengan 4 irama lagu Rast warisan KH. Basori Alwi.
Selain itu, para siswa juga dibiasakan dengan amalan-amalan harian seperti shalat Dhuha bersama, hafalan surah-surah pendek, serta membaca Asmaul Husna. Kegiatan keagamaan lainnya seperti istighatsah, shalawat, dan seni Banjari turut mewarnai keseharian mereka, membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga cinta pada Rasulullah SAW dan tradisi Islam Nusantara.
Tak kalah penting, mereka juga telah dibekali kemampuan literasi dan numerasi—membaca, menulis, dan berhitung—yang mumpuni sebagai bekal utama untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Pramuka dan Ekstrakurikuler: Membentuk Karakter Unggul
Di luar jam pelajaran formal, ketujuh wisudawan ini juga aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya Pramuka. Dalam kepramukaan, mereka belajar tentang kepemimpinan, kemandirian, cinta alam, kedisiplinan, serta keterampilan hidup (life skills) yang menjadi bekal karakter mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Ekstrakurikuler lainnya seperti seni Banjari, tahfidz, dan pencak silat turut mengasah potensi mereka secara holistik, sejalan dengan konsep HUDA Education: Hidayah, Unggul, Dinamis, dan Adaptif.
Panggung Kreativitas: Tartil, Tari Islami, dan Banjari
Momen pisah kenang ini juga menjadi panggung unjuk kreativitas bagi para siswa. Dengan penuh percaya diri, mereka menampilkan berbagai pertunjukan yang memukau para tamu undangan. Ada penampilan tartil Al-Qur'an yang syahdu, tarian Islami yang anggun, lantunan shalawat yang menyentuh hati, serta pergelaran seni Banjari yang kompak dan bersemangat.
Tepuk tangan meriah dari para orang tua dan tamu undangan menjadi apresiasi tulus atas kerja keras dan bakat yang telah mereka asah selama ini.
Apresiasi Prestasi: Memicu Semangat Generasi Penerus
Salah satu momen yang paling dinantikan dalam acara ini adalah penganugerahan penghargaan bagi siswa-siswi berprestasi dari kelas 1 hingga kelas 5. Siswa terbaik dan runner-up dari masing-masing kelas dipanggil ke panggung untuk menerima piala dan bingkisan hadiah dari MI Tarbiyatul Huda Mergosono Malang.
Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan juga strategi madrasah untuk memberikan penyemangat agar para siswa tetap berprestasi. Lebih dari itu, momen ini menjadi pemicu bagi siswa lainnya untuk terus mengejar cita-cita, tidak mudah berputus asa, dan terus meraih asa setinggi mungkin.
Dukungan Penuh dari Berbagai Elemen
Acara pisah kenang ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting yang menunjukkan kuatnya sinergi antara madrasah, pemerintah, dan masyarakat. Turut hadir dalam acara tersebut: Ketua Yayasan Tarbiyatul Huda Mergosono Malang, Pengawas MI Kecamatan Kedungkandang, Perwakilan LP Maarif Kota Malang, Ketua RW 01 Mergosono, Ketua RT 09 Mergosono, Ketua Komite, Paguyuban, serta seluruh wali siswa.
Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab madrasah, melainkan kolaborasi segitiga emas antara rumah, sekolah, dan lingkungan—sebagaimana diamanatkan dalam program Madrasah Family.
Doa dan Harapan untuk Sang Wisudawan
Di penghujung acara, seluruh hadirin bersama-sama mendoakan agar ketujuh wisudawan senantiasa diberikan keberkahan dalam melanjutkan studi, dijaga akhlak dan imannya, serta menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlakul karimah.
Selamat jalan, para wisudawan angkatan 2025-2026. MI Tarbiyatul Huda Mergosono Malang akan selalu menjadi rumah kedua yang menyambut kalian kapan pun kalian kembali. Lambungkan cita-citamu setinggi langit, dan raihlah masa depan dengan bekal iman, ilmu, dan akhlak yang telah kalian tanam di madrasah ini. [TAFT]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar